01.
Setting and Infrastructure
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung merupakan perguruan tinggi Islam negeri dengan karakter komprehensif yang berlokasi di wilayah suburban Kota Bandung dan memiliki tiga kawasan kampus, yakni Kampus 1 di Jalan A.H. Nasution, Kampus 2 di Cimencrang, dan Kampus 3 di Cileunyi. Dengan iklim humid subtropical, UIN Sunan Gunung Djati Bandung berkomitmen terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi seluruh program infrastruktur yang terintegrasi dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Fasilitas kampus telah dilengkapi dengan sarana kesehatan, keamanan, serta akses bagi penyandang disabilitas dan layanan maternitas. Lebih dari 15% anggaran universitas dialokasikan untuk upaya keberlanjutan, dengan total luas ruang terbuka hijau mencapai lebih dari 243.200 m² atau sekitar 30% dari total area kampus, mencakup vegetasi tanaman dan area resapan air. Dengan populasi lebih dari 33.000 mahasiswa dan tenaga kependidikan, serta total luas bangunan 125.672 m², universitas ini terus berupaya menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan pelestarian lingkungan demi terwujudnya kampus hijau yang sehat, aman, dan inklusif.
02.
Energy and Climate Change
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung berkomitmen mengoptimalkan efisiensi energi dan mitigasi perubahan iklim melalui penerapan kebijakan ramah lingkungan di seluruh area kampus. Lebih dari 75% luas bangunan telah mengadopsi konsep Smart Building dengan total area 125.672 m², serta mulai memanfaatkan sumber energi terbarukan berupa tenaga surya sebagai bagian dari pengembangan energi berkelanjutan. Total penggunaan listrik mencapai 4.877.808 kWh per tahun atau kurang dari 279 kWh per orang, dengan rasio energi terbarukan terhadap total konsumsi energi sekitar 0,5%. Dalam upaya menekan emisi karbon, kampus mengimplementasikan berbagai program efisiensi energi, pelatihan, dan kegiatan edukatif bertema lingkungan, dengan total jejak karbon sebesar 4.748 metrik ton atau sekitar 0,10–0,42 metrik ton per orang per tahun. Seluruh kebijakan pembangunan dan renovasi telah mengintegrasikan prinsip green building, serta dilaksanakan melalui sistem perencanaan, implementasi, pemantauan, dan evaluasi yang didukung teknologi informasi dan komunikasi (ICT) secara berkelanjutan.
03.
Waste
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan limbah berkelanjutan melalui berbagai program dan kebijakan ramah lingkungan. Program 3R (Reduce, Reuse, Recycle) telah diimplementasikan hingga 50%, disertai dengan 1–3 inisiatif untuk mengurangi penggunaan kertas dan plastik di lingkungan kampus. Total volume limbah organik yang dihasilkan mencapai 153 ton per tahun, seluruhnya telah diolah melalui sistem pengelolaan organik dengan tingkat pengolahan lebih dari 85%. Sementara itu, total limbah anorganik mencapai 231 ton per tahun dan juga telah dikelola secara ekstensif dengan persentase pengolahan di atas 85%. Untuk limbah berbahaya dan beracun (B3), kampus hanya menghasilkan sekitar 0,52 ton per tahun, seluruhnya telah ditangani dengan prosedur pengolahan yang aman sesuai standar. Sistem pembuangan limbah cair (sewage disposal) telah menggunakan metode secondary treatment untuk menjaga kualitas lingkungan sekitar. Seluruh proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi program pengelolaan limbah di UIN Sunan Gunung Djati Bandung saat ini tengah dikembangkan agar terintegrasi dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) secara berkelanjutan.
04.
Water
UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus berupaya melaksanakan berbagai program pengelolaan air di lingkungan kampus sebagai bagian dari komitmen menuju kampus hijau. Melalui program konservasi air, kampus berhasil menghemat lebih dari 50% penggunaan air. Namun, hingga saat ini program daur ulang air belum diimplementasikan meskipun sudah direncanakan. Penggunaan perangkat hemat air juga masih terbatas, dengan kurang dari 20% peralatan di lingkungan kampus yang menggunakan sistem efisiensi air. Sementara itu, konsumsi air olahan berkisar antara 1% hingga 25%. Kebijakan dan program pengendalian pencemaran air masih dalam tahap perancangan, dan perencanaan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mendukung manajemen air juga sedang disusun. Upaya ini mencerminkan komitmen UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam mewujudkan pengelolaan air yang berkelanjutan di lingkungan kampus.
05.
Transportation
UIN Sunan Gunung Djati Bandung menunjukkan komitmennya terhadap transportasi berkelanjutan dengan pengelolaan transportasi yang terukur dan ramah lingkungan. Saat ini, universitas mengelola sebanyak 72 unit mobil operasional, sementara setiap harinya tercatat sekitar 864 mobil dan 2.541 sepeda motor keluar-masuk lingkungan kampus. Rasio total kendaraan terhadap populasi kampus berada pada kisaran 0,125 hingga 0,5, dengan jarak tempuh rata-rata kendaraan di dalam kampus mencapai 2 kilometer per hari. Kampus telah menyediakan jalur pedestrian yang aman, nyaman, dan sebagian dilengkapi fasilitas ramah disabilitas. Sebagai upaya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, terdapat tiga inisiatif aktif yang dijalankan, termasuk program pembatasan area parkir yang berhasil menekan luas lahan parkir hingga lebih dari 30%, kini tersisa sekitar 9.960 m² atau 1–4% dari total area kampus. Selain itu, UIN Bandung juga menyediakan layanan shuttle bus gratis sebanyak empat unit dengan total 20 perjalanan per hari dan rata-rata 20 penumpang per perjalanan. Dalam mendukung transportasi hijau, kampus memiliki sekitar 137 kendaraan nol emisi (Zero Emission Vehicles/ZEV) yang dapat digunakan secara bebas oleh sivitas akademika. Program transportasi ini terus dievaluasi dan dikembangkan melalui pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) guna mewujudkan sistem mobilitas kampus yang efisien dan berkelanjutan.
06.
Education and Research
UIN Sunan Gunung Djati Bandung berkomitmen kuat dalam pengembangan pendidikan dan penelitian berkelanjutan melalui berbagai program dan inisiatif strategis. Dari total 3.105 mata kuliah yang ditawarkan, sebanyak 121 di antaranya berkaitan dengan keberlanjutan dengan rasio lebih dari 5–10%. Selama tiga tahun terakhir, universitas telah mengalokasikan dana penelitian keberlanjutan sebesar 257.648 dolar AS dari total dana penelitian 443.916 dolar AS, dengan proporsi pendanaan mencapai 10–20%. Implementasi tata kelola universitas berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah dilaksanakan, dievaluasi, dan kini terus disempurnakan, didukung oleh unit khusus yang dibentuk berdasarkan surat keputusan pimpinan universitas untuk mengoordinasikan program keberlanjutan. Dalam periode yang sama, tercatat 17 lulusan bekerja di bidang green jobs, lebih dari 15 startup bergerak di sektor keberlanjutan, dan lebih dari 10 proyek pengabdian masyarakat berorientasi lingkungan diselenggarakan setiap tahun dengan melibatkan mahasiswa. UIN Bandung juga memiliki 15 program kolaborasi internasional, 131 kegiatan budaya, 947 kegiatan terkait keberlanjutan, serta rata-rata 599 publikasi ilmiah per tahun yang membahas topik keberlanjutan. Seluruh capaian ini didokumentasikan melalui laporan keberlanjutan yang dapat diakses di https://green.uinsgd.ac.id/report, serta diperbarui secara berkala di situs resmi https://green.uinsgd.ac.id sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan pembangunan kampus hijau yang berkelanjutan.